
Perak Tembus $80, Cetak Rekor Baru
Harga Perak melonjak ke rekor baru dan menembus $80 per ons untuk pertama kalinya, memperpanjang reli kuat menjelang akhir tahun. Kenaikan ini menandai momen bersejarah karena Perak bergerak sangat agresif dalam beberapa sesi terakhir.
Logam putih itu naik untuk sesi keenam berturut-turut dan sudah menguat sekitar seperempat (±25%) dalam periode tersebut—menjadi kenaikan enam hari terbesar dalam data sejak 1950. Lonjakan terbaru didorong arus dana spekulatif, ditambah gangguan pasokan yang masih terasa di sejumlah pusat perdagangan utama setelah short squeeze pada Oktober.
Sepanjang tahun ini, kelompok logam mulia juga menguat, ditopang pembelian bank sentral yang tetap tinggi, arus masuk ke produk exchange-traded funds (ETF), serta tiga kali pemangkasan suku bunga beruntun oleh Federal Reserve AS. suku bunga yang lebih rendah biasanya jadi angin segar untuk Pasar Komoditas karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Pasar juga mulai memasang posisi untuk peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026. Dari sisi mata uang, Bloomberg Dollar Spot Index indikator kekuatan Dolar AS turun 0,8% minggu lalu, penurunan mingguan terbesar sejak Juni, dan Dolar yang melemah umumnya mendukung harga Emas dan Perak.
Pada pukul 7:23 pagi di Singapura, spot silver naik 5,5% menjadi $83,65 per ons. Emas naik tipis 0,1% ke $4.539,93 per ons, sementara platinum bertambah 0,6% dan palladium menguat 1,5%.(asd)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.