
Tekanan Jual Perak Meningkat di Tengah Ketegangan Hormuz
Harga Perak (XAG/USD) menghadapi tekanan jual pada sesi Eropa Jumat (22/5), diperdagangkan di dekat $76 per ons, menyusul ketidakpastian apakah AS dan Iran akan mencapai kesepakatan damai.
Menurut laporan Iranian Labour News Agency (ILNA), draft akhir proposal perdamaian telah tercapai, namun sikap keras Iran terkait stok uranium dan rencana sistem tol permanen di Selat Hormuz menekan ekspektasi pengumuman kesepakatan.
Perak telah berkinerja di bawah ekspektasi beberapa bulan terakhir, seiring harga Minyak tetap tinggi akibat penutupan Selat Hormuz. Kenaikan harga energi mendorong tekanan Kebijakan Inflasi di AS, yang membuat trader memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) tahun ini berkurang.
Menurut CME FedWatch, peluang Fed mempertahankan suku bunga acuan atau melakukan setidaknya satu kenaikan berada di 50,8% dan 48,1%, masing-masing. Ekspektasi Fed yang lebih hawkish mengurangi daya tarik aset non-yielding seperti Perak, membatasi momentum Penguatan logam putih ini.
Variabel yang perlu dipantau: perkembangan negosiasi AS-Iran, harga Minyak global, dan langkah kebijakan Fed berikutnya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Platform Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.