Media pemerintah China untuk pertama kalinya menayangkan rekaman peluncuran rudal hipersonik DF-17 milik Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA Rocket Force).

Dalam tayangan yang sama, Beijing juga mengungkap rudal yang diduga merupakan varian terbaru dari rudal balistik jarak menengah DF-26.

Menurut laporan China Central Television (CCTV), sistem rudal generasi terbaru tersebut memiliki tingkat otomatisasi yang lebih tinggi, mobilitas yang lebih baik, akurasi serangan yang meningkat, serta kemampuan beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca tanpa bergantung pada infrastruktur tetap.

Rudal-rudal itu juga disebut memiliki kemampuan penetrasi pertahanan yang lebih kuat.

Seperti dikutip GlobalTimes,, rekaman yang disiarkan CCTV menunjukkan satuan Pasukan Roket mengikuti latihan gabungan di Gurun Gobi, China barat laut, bersama unsur Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

Latihan tersebut mensimulasikan berbagai gelombang serangan di medan tempur yang kompleks, termasuk gangguan elektromagnetik kuat dan ancaman serangan presisi.

Selama latihan, unit rudal tetap berada dalam status siaga tempur dan mampu beralih dengan cepat antar-mode operasi sesuai perubahan perintah. 

Latihan itu mencerminkan fokus China yang semakin besar terhadap skenario perang realistis lintas matra dan integrasi antarpasukan.

CCTV menyebut modernisasi sistem rudal terbaru juga berhasil menyederhanakan rantai komando dan memangkas waktu yang dibutuhkan untuk membangun kesiapan tempur. Dengan peningkatan tersebut, unit peluncur dapat beroperasi lebih fleksibel tanpa terikat lokasi peluncuran tetap maupun kondisi cuaca tertentu.

Tayangan tersebut memperlihatkan peluncuran rudal yang diyakini sebagai DF-17, rudal hipersonik dengan desain aerodinamika waverider yang sebelumnya hanya ditampilkan dalam parade militer di Beijing pada 2019 dan 2025. 

Selain itu, saluran militer CCTV juga menampilkan kendaraan peluncur yang membawa rudal dengan desain aerodinamika bicone yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya.

Pengamat militer China, Du Wenlong, mengatakan tayangan itu merupakan pertama kalinya status peluncuran DF-17 diperlihatkan kepada publik dan menunjukkan tingginya tingkat kesiapan tempur Pasukan Roket China.

Menurut Du, latihan dilakukan di medan terbuka dengan kondisi yang tidak ideal, sehingga mencerminkan kemampuan pasukan menjalankan operasi di berbagai medan dan menghadapi berbagai bentuk gangguan.

Ia juga menekankan penggunaan beberapa jenis rudal dalam latihan tersebut menunjukkan kemampuan China menyesuaikan senjata dengan berbagai target dan skenario operasi.

CCTV menyebut arsenal rudal China telah mengalami transformasi besar selama enam dekade terakhir, berkembang dari kemampuan yang terbatas menjadi kekuatan serangan yang mencakup opsi nuklir dan konvensional.

Keluarga rudal Dongfeng kini membentuk sistem operasi yang beragam dengan jangkauan dan misi yang saling melengkapi.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah sistem rudal buatan dalam negeri seperti DF-17, DF-26, DF-31, dan DF-61 telah dikerahkan dan rutin digunakan dalam latihan militer.

Tayangan tersebut juga memperlihatkan rudal yang menyerupai DF-26. 

Du menilai rudal itu kemungkinan merupakan varian terbaru yang telah ditingkatkan. 

Rudal tersebut tampak dilengkapi sirip kendali kecil di dekat hulu ledak, serupa dengan DF-17.

Menurut Du, sirip kendali tersebut memungkinkan rudal memperlambat kecepatan, mengubah lintasan, serta melakukan manuver horizontal dan vertikal secara signifikan.

Kemampuan itu dinilai efektif untuk menghadapi target bergerak maupun sasaran yang kompleks.

Ia menambahkan bahwa hulu ledak yang dilengkapi sirip kendali memiliki kemampuan manuver pada fase terminal sehingga lebih sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara dan pertahanan rudal lawan. (DK)

BPF