Dassault Aviation memulai fase uji terbang Falcon 10X setelah jet bisnis jarak jauh tersebut berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya pada Jumat (19/6).
Dikutip dari Aviation A2Z, Falcon 10X lepas landas dari Bandara Bordeaux-Mérignac, Prancis, dan menjalani penerbangan selama sekitar dua setengah jam. Dalam uji terbang perdananya, pesawat tersebut mencapai ketinggian 40.000 kaki dan kecepatan Mach 0,82.
Pesawat lepas landas dari landasan pacu nomor 23 pada pukul 11.10 waktu setempat dengan pilot uji Sébastien Dupont de Dinechin dan kopilot Fabrice Dougnac di kokpit.
Selama penerbangan, kru menguji fitur pengendalian pesawat dan sejumlah sistem di ketinggian 15.000 kaki. Setelah itu, roda pendaratan ditarik dan permukaan kendali terbang diuji sebelum pesawat naik hingga 40.000 kaki.
Baca Juga: Lion Group investasi US$12 juta di startup stablecoin Indonesia
Falcon 10X kemudian dipacu hingga Mach 0,82 sesuai profil pengujian yang telah disiapkan. Setelah seluruh evaluasi selesai, pesawat kembali ke Bordeaux-Mérignac dan mendarat pada pukul 13.40 waktu setempat.
Chairman sekaligus CEO Dassault, Aviation Eric Trappier, menyebut penerbangan perdana itu sebagai momen penting bagi perusahaan. Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan kerja keras selama bertahun-tahun dari tim rekayasa, manufaktur, dan uji terbang, serta dukungan mitra industri Dassault.
Dassault menilai keberhasilan penerbangan ini menunjukkan bahwa program Falcon 10X telah memasuki tahap pengujian dan validasi berikutnya.
Penerbangan perdana ini juga menjadi awal kampanye uji terbang Falcon 10X yang akan diperluas dalam beberapa bulan ke depan.
Dassault menyatakan pesawat uji kedua kini sudah hampir rampung dan segera bergabung dalam armada pengujian untuk mempercepat evaluasi performa, verifikasi sistem, dan proses sertifikasi.
Sementara itu, pesawat ketiga juga tengah dibangun dan akan dilengkapi dengan interior penuh. Pesawat ini akan difokuskan untuk menguji fungsi kabin, keandalan sistem, dan kenyamanan penumpang.
Menurut Dassault, penggunaan tiga pesawat uji akan membantu mempercepat proses sertifikasi sekaligus memungkinkan pengujian sejumlah aspek pesawat dilakukan secara paralel.
Falcon 10X merupakan model terbaru Dassault di segmen jet bisnis kabin besar, yang menyasar pasar perjalanan korporasi jarak jauh.
Perusahaan menyebut saat ini Dassault menjadi satu-satunya produsen pesawat yang memiliki program pesawat baru yang aktif menjalani uji terbang pada 2026. Kemajuan tersebut, menurut perusahaan, ditopang pengalaman Dassault di program penerbangan sipil dan militer.
Didirikan lebih dari satu abad lalu, Dassault Aviation telah mengirimkan lebih dari 10.000 pesawat sipil dan militer di seluruh dunia, termasuk sekitar 2.800 jet bisnis Falcon. Pada 2025, perusahaan membukukan pendapatan 7,4 miliar euro dan mempekerjakan sekitar 15.000 orang.
Dengan penerbangan perdana ini, Falcon 10X memasuki fase pengembangan penting menuju sertifikasi dan pengiriman, sekaligus diproyeksikan menjadi model terbesar dan paling canggih dalam keluarga Falcon. (ARF)