indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan awal pekan ini, Selasa (18/8/2026). Sejumlah saham seperti BYAN, ISAT, hingga ANTM melesat pada perdagangan pagi ini. Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB IHSG dibuka menguat pada posisi 6.448,82 dan naik 0,92% sesaat setelah pembukaan. IHSG bergerak pada rentang 6.448,26 hingga 6.461,58 sesaat setelah pembukaan. Tercatat, 277 saham menguat, 157 saham melemah, dan 251 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau turun menjadi Rp11.383 triliun. Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) milik Low Tuck Kwong naik tajam hingga 18,23% ke level Rp17.025 pada perdagangan pagi ini. Sebanyak 846.700 saham BYAN diperdagangkan, dengan nilai transaksi mencapai Rp13,5 miliar. Lalu saham PT Indosat Tbk. (ISAT) juga naik 3,54% ke level Rp2.630 per saham pagi ini. Demikian juga saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) juga menguat 2,28% ke level Rp3.140 pagi ini. Tim riset Phintraco Sekuritas menuturkan pasar masih mencermati sentimen dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato kenegaraan, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo menjabarkan pencapaian yang telah diraih selama pemerintahannya, yaitu investasi mencapai Rp1.010 triliun pada semester I/2026 dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta pekerjaan, serta ekonomi tumbuh 5,45% YoY pada semester I/2026 dan ditargetkan tumbuh 6% YoY pada akhir tahun 2026. Baca Juga Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026 IHSG Dipengaruhi BI Rate dan The Fed, Cek Rekomendasi Sahamnya IHSG Berpeluang Menguat ke 6.544, Cek Saham AADI, ANTM, hingga VKTR Hal ini berpotensi menjadi faktor positif bagi sektor perbankan, konsumsi, industri dan konstruksi jika investasi mendorong terjadinya multiplier effect terhadap konsumsi dan kredit. Presiden juga menyebutkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur, bawang merah, cabai besar dan cabai rawit. Hal ini menjadi sentimen positif bagi sektor poultry, perkebunan, pupuk dan pengolahan makanan. Selain itu disebutkan Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026 karena didukung oleh biodiesel B50, sehingga diperkirakan menghemat devisa Rp170 triliun pertahun. Hal ini mendorong kenaikan permintaan akan CPO di pasar domestik. Presiden juga menyatakan jumlah BUMN ditargetkan maksimal 300 pada akhir 2026, dengan secara total lebih dari 750 entitas akan ditutup karena dinilai tidak produktif. Restrukturisasi ini diestimasikan menghasilkan penghematan overhead sekitar Rp50 triliun per tahun, yang akan dialihkan kepada investasi, industrialisasi, pelayanan, serta kepentingan rakyat. Dividen tahun buku 2026 dari BUMN diproyeksikan Rp200 triliun tanpa tambahan PMN.

BPF