saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (27/8/2026), dari sebelumnya dihentikan sementara. Namun, pembukaan kembali perdagangan justru diwarnai tekanan jual. Pada awal perdagangan, saham GRIA langsung turun 14,73% menjadi Rp 191 per saham. Penurunan ini terjadi setelah BEI resmi mencabut suspensi perdagangan saham perseroan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I hari ini (27/8/2026). “Saham GRIA telah mencabut suspensi perdagangan saham di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I pada Kamis (27/8/2026),” tulis Endra Febri Styawan, Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterbukaan informasi di BEI pada Rabu (26/8/2026). Baca Juga: Saham Lapis Kedua Diproyeksi Tetap Punya Daya Tarik Bagi Investor, Begini Prospeknya Di tengah kembalinya perdagangan saham, kinerja keuangan GRIA sepanjang semester I 2026 menunjukkan perusahaan ini masih mampu mencetak laba, meski pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026, perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi ini membukukan pendapatan Rp 20,80 miliar, turun 36,64% dari Rp 32,83 miliar pada periode yang sama 2025. Namun, penurunan pendapatan tersebut diikuti dengan efisiensi biaya. Beban pokok pendapatan turun 36,53% menjadi Rp 14,87 miliar, dari sebelumnya Rp 23,43 miliar. Alhasil, GRIA masih mencatatkan laba kotor sebesar Rp 5,94 miliar, turun 36,74% secara tahunan. Laba periode berjalan GRIA juga anjlok 61,9% secara tahunan menjadi Rp 492,55 juta.

BPF