Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri masa penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham dari tujuh emiten per Selasa (23/9/2025).
Berdasarkan laman pengumuman bursa, Ketujuh saham tersebut ialah PT Pakuan Tbk (UANG), PT Lion Metal Works Tbk (LION), PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) dan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE).
“Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham UANG, LION, PBSA, TEBE, IDEA, FUJI dan LIVE di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 23 September 2025,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari dalam pengumuman, Senin (22/9/2025).
Sebelumnya, BEI melakukan suspensi terhadap saham UANG, LION, PBSA,TEBE, FUJI, IDEA dan LIVE akibat adanya kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Suspensi dilakukan dalam rangka cooling down dan sebagai bentuk perlindungan investor.
Selama masa suspensi, BEI juga mengimbau kepada para pihak yang berkepentingan untuk selalu memerhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Adapun BEI juga menyuspensi saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) mulai sesi I, Selasa (23/9/2025) sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut.
Pada perdagangan sebelum suspensi, saham BLUE berada di level Rp 750 per saham atau meningkat 21,95%. Secara tahun berjalan, pergerakan harga saham ini menugat 120,59%. Sementara, DWGL menguat 24,49% ke level Rp 605 per saham. Saham ini juga melonjak 142% sejak awal tahun.