
Perak Melonjak, Dolar & Yield Kena Rem Data CPI
Harga Perak melonjak tajam pada Jumat (13/2), memantul dari aksi jual ekstrem sehari sebelumnya ketika Pasar sempat dilanda gelombang likuidasi lintas aset. Di perdagangan terbaru, Perak (spot) berada di sekitar $78,89/oz, naik +4,88%—rebound yang mencerminkan aksi dip-buying setelah tekanan jual paksa mereda.
Pemicu utamanya datang dari data inflasi AS yang lebih dingin dari perkiraan: CPI tahunan Januari turun ke 2,4% (vs estimasi 2,5%), sementara core CPI 2,5%. Angka ini membuat Pasar kembali membuka ruang skenario pemangkasan suku bunga The Fed di paruh kedua tahun ini, sehingga Dolar melemah dan yield turun, memberi angin segar jangka pendek bagi logam mulia.
Meski demikian, Perak masih membawa “bekas luka” volatilitas—karena pergerakannya belakangan lebih dipengaruhi arus deleveraging dan perpindahan likuiditas ketimbang fundamental murni. Itu sebabnya, sekalipun rebound hari ini kuat, Pasar masih menilai kenaikan Perak berpotensi tetap berombak selama sentimen risiko global belum benar-benar stabil. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.