Produsen baja dan aluminium yang ingin memperoleh keringanan tarif impor Section 232 Amerika Serikat menghadapi persyaratan administrasi dan pelaporan yang ketat. Perusahaan diwajibkan membuktikan komitmen investasi untuk membangun atau memperluas kapasitas produksi logam di Amerika Serikat agar dapat menikmati tarif yang lebih rendah.
Kebijakan yang diperkenalkan Departemen Perdagangan AS bulan lalu membuka peluang bagi produsen baja dan aluminium dari Kanada dan Meksiko yang menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif Amerika. Melalui skema tersebut, tarif impor yang saat ini mencapai 50% dapat dipangkas menjadi 25% bagi perusahaan yang memenuhi syarat.
Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, produsen harus mengajukan proyek ekspansi kapasitas secara spesifik serta menyerahkan dokumen bersertifikat yang menunjukkan komitmen investasi.
Setelah disetujui, perusahaan wajib memenuhi target dan tahapan proyek yang diawasi langsung oleh Departemen Perdagangan AS.
Selain itu, pelaku usaha harus menyampaikan laporan berkala yang menunjukkan keterkaitan antara volume pengiriman logam dengan proyek ekspansi yang telah disetujui pemerintah.
Baca Juga: Inggris kejar kesepakatan baja dengan UE jelang batas waktu 1 Juli
Jika Departemen Perdagangan menilai perusahaan tidak memenuhi komitmen yang telah ditetapkan, status tarif preferensial dapat dicabut dan perusahaan diwajibkan membayar tarif penuh.
“Jelas akan ada banyak keleluasaan di Departemen Perdagangan dalam hal implementasi ini,” kata Pickard, seperti dikutip Supplychaindive.
Pakar perdagangan menilai dokumentasi yang rinci dan sistem pelacakan yang transparan menjadi kunci utama dalam mempertahankan fasilitas tarif tersebut, terutama karena program masih berada pada tahap awal implementasi.
Departemen Perdagangan juga belum merinci jenis fasilitas yang dapat memenuhi syarat. Namun, proyek yang berpotensi lolos mencakup pembangunan pabrik baja, smelter aluminium, electric arc furnace untuk peleburan besi tua, hingga fasilitas pengecoran logam setengah jadi.
“Para pemasok harus mengharapkan pemerintah untuk mengevaluasi tahapan-tahapan penting dengan cara yang sama seperti manajer investasi dan proyek pemberi pinjaman mengevaluasi apakah suatu proyek industri besar berjalan sesuai rencana.”
Menurut para ahli, perusahaan harus mampu menunjukkan komitmen finansial, kontraktual, dan operasional yang dapat diverifikasi. Bukti tersebut dapat berupa rencana belanja modal, kontrak konstruksi, pembelian peralatan, maupun dokumen pembiayaan proyek.
Untuk menjaga status tarif 25%, perusahaan juga harus menerapkan sistem pelacakan menyeluruh terhadap asal-usul baja dan aluminium, mulai dari proses peleburan hingga pengecoran di kawasan Amerika Utara.
“Semua catatan Anda harus didukung oleh catatan akuntansi Anda yang sebenarnya biaya barang, biaya persediaan, entri jurnal akuntansi,” kata Robert Leo, seorang mitra dan pengacara bea cukai di Meeks, Sheppard, Leo & Pillsbury.
“Semua itu harus benar, sehingga bea cukai dapat melacak jejaknya, dan kemudian akuntan Anda sendiri dapat melacak jejaknya.”
Pelaku industri juga disarankan menggunakan jasa broker kepabeanan yang berpengalaman untuk memastikan seluruh dokumen impor dan catatan akuntansi selaras dengan ketentuan otoritas bea cukai AS.
Pada akhirnya, keberhasilan program ini akan diukur dari seberapa besar tambahan kapasitas produksi baja dan aluminium yang berhasil dibangun di Amerika Serikat. Pemerintah AS berharap skema tersebut mampu mendorong investasi manufaktur domestik sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok industri strategis.
“Jika ada ketidakpastian atau kekhawatiran bahwa risiko yang dihadapi lebih besar daripada potensi hasil yang diperoleh, maka kemungkinan besar proyek itu tidak akan berjalan,” ujar Pickard.(DH)