
Hormuz Belum Jelas, Brent Kembali Menguat
Harga Minyak kembali menguat pada perdagangan Asia Jumat(7/8), setelah peluang tercapainya kesepakatan permanen untuk membuka kembali Selat Hormuz masih belum jelas. Brent naik 1,4% menjadi US$83,65 per barel, sedangkan West Texas Intermediate menguat 1,3% ke US$78,32 per barel.
Ketegangan kembali meningkat setelah muncul laporan bahwa Iran akan membatasi kapal Amerika Serikat dan Israel yang melewati Selat Hormuz. Tehran juga disebut akan meminta kompensasi dari negara-negara yang dianggap bermusuhan sebelum memberikan izin pelayaran. Laporan serangan terhadap sejumlah target di pintu masuk selat turut menambah kekhawatiran Pasar terhadap keamanan pasokan energi.
Kenaikan harga Minyak membuat Pasar kembali mencemaskan tekanan inflasi. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,68% setelah naik tujuh basis poin pada sesi sebelumnya. Investor menilai harga energi yang lebih tinggi dapat mendorong Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Perhatian Pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat. Ekonom memperkirakan Nonfarm Payrolls bertambah 80.000 pada Juli, setelah hanya meningkat 57.000 pada Juni. Data yang terlalu kuat dapat memperkuat pandangan bahwa The Fed belum perlu melonggarkan kebijakan, sedangkan data yang terlalu lemah dapat memicu kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi.
Dampak Pasar
Brent berpeluang tetap menguat selama belum ada kepastian mengenai pembukaan Selat Hormuz. Kenaikan Minyak dapat mendukung Dolar dan yield AS melalui kekhawatiran inflasi, tetapi berpotensi menekan Pasar Equity Market. Sementara itu, Emas bergerak relatif datar karena dukungan dari risiko geopolitik tertahan oleh tingginya yield dan sikap hati-hati menjelang data NFP.(gn)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.