emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400 - Data Pasar 2026-01-22" style="display:block; margin:auto; max-width:100%; height:auto;" />
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400
Harga Emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman Tarif ke Eropa dan mengklaim ada “kerangka” kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang ini bikin Pasar sedikit lebih berani ambil risiko, sehingga tekanan beli Emas sebagai aset aman berkurang.
Meski begitu, gambaran besarnya belum berubah: Emas masih berada di area tinggi karena dunia masih dipenuhi ketidakpastian. Perang dagang bisa muncul lagi kapan saja, ketegangan geopolitik belum benar-benar hilang, dan investor masih mencari aset yang dianggap paling “aman” saat Pasar goyah.
Faktor lain yang ikut menjaga bara reli Emas adalah drama kebijakan di AS. Ketika muncul kekhawatiran soal stabilitas kebijakan moneter dan independensi bank sentral, sebagian pelaku Pasar biasanya memilih berlindung ke Emas—karena dianggap lebih tahan dari guncangan politik dan perubahan arah suku bunga.
Yang bikin makin menarik: di tengah koreksi jangka pendek, Goldman Sachs justru menaikkan target harga Emas akhir tahun menjadi $5.400 per ons, dari target sebelumnya $4.900. Intinya, mereka melihat permintaan masih kuat—terutama dari investor besar dan pembelian bank sentral.
Prediksi harga Emas selanjutnya (jangka dekat): Emas berpeluang masuk fase konsolidasi dulu setelah reli tajam. Skenario realistisnya harga bergerak di range $4.750–$4.900. Jika kembali tembus dan bertahan di atas $4.900, Pasar biasanya mulai membidik $5.000 sebagai level psikologis berikutnya.
Namun kalau tensi geopolitik benar-benar mereda dan Dolar menguat lebih agresif, Emas bisa koreksi lebih dalam ke area $4.650–$4.720 sebelum menemukan minat beli baru. Jadi arahnya masih bullish secara besar, tapi jalannya kemungkinan “naik-turun” dan sensitif headline.(asd)
Sumber : Newsmaker.id
Analisis Mendalam Pasar Emas
Pergerakan harga Emas dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental dan teknikal. Berikut analisis komprehensif untuk memahami dinamika Pasar Emas terkini.
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga Emas
- Kebijakan Moneter Global: suku bunga bank sentral utama seperti The Fed mempengaruhi daya tarik Emas sebagai safe-haven asset.
- Geopolitical Tensions: Ketegangan geopolitik meningkatkan permintaan Emas sebagai aset pelindung.
- Inflasi dan Data ekonomi: Laporan inflasi dan pertumbuhan ekonomi mempengaruhi sentimen investor terhadap Emas.
- Nilai US Dollar: Hubungan invers antara dollar AS dan harga Emas tetap menjadi faktor kunci.
Analisis Teknikal Emas
Berdasarkan data dari platform analisis terkemuka, pola teknikal menunjukkan potensi pergerakan harga dalam jangka pendek dan menengah. Support dan resistance level kunci perlu dipantau untuk menentukan entry point yang optimal.
Strategi Trading Emas
Untuk trader dan investor, penting untuk memiliki strategi yang jelas dalam trading Emas. Beberapa pendekatan yang bisa dipertimbangkan:
- Position Trading berdasarkan trend jangka panjang
- Swing Trading memanfaatkan fluktuasi harga menengah
- Hedging terhadap portofolio investasi
Outlook dan Rekomendasi
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor fundamental dan sinyal teknikal, outlook Pasar Emas menunjukkan potensi continued volatility dengan bias positif dalam jangka menengah. Disarankan untuk selalu update dengan analisis terbaru dari sumber terpercaya.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.