
Yen Terkapar 4 Hari, Ada Apa dengan Jepang!
Yen Jepang kembali melemah untuk hari keempat berturut-turut terhadap Dolar AS, mendorong USD/JPY ke level terlemah sejak pertengahan Januari pada sesi Asia Kamis(20/11) ini. Tekanan utama datang dari kekhawatiran Pasar terhadap kondisi fiskal Jepang yang rapuh di tengah rencana paket stimulus baru dari Perdana Menteri Sanae Takaichi. Data yang keluar awal pekan ini juga menunjukkan ekonomi Jepang kembali menyusut di kuartal ketiga untuk pertama kalinya dalam enam kuartal, sehingga meningkatkan kemungkinan Bank of Japan menunda kenaikan Kebijakan suku bunga lebih lama dan membuat yen makin tertekan.
Di saat yang sama, sentimen risk-on di Pasar global melemahkan daya tarik yen sebagai aset safe haven. Sebaliknya, Dolar AS justru menguat ke level tertinggi sejak akhir Mei karena pelaku Pasar melihat Federal Reserve tidak terlalu dovish dan mungkin tidak buru-buru memangkas suku bunga. Kombinasi ini membuat selisih imbal hasil antara AS dan Jepang tetap lebar, sehingga arus modal lebih memilih Dolar daripada yen.
Pelemahan yen yang berkepanjangan memicu intervensi verbal dari otoritas Jepang, namun komentar tersebut sejauh ini belum mampu membalikkan tren. Bagi Pasar, hal ini menjadi sinyal bahwa jalur dengan hambatan paling kecil bagi yen masih cenderung ke arah pelemahan lanjutan. Kini fokus beralih ke rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang tertunda, yang berpotensi menjadi pemicu pergerakan baru bagi pasangan USD/JPY dalam beberapa sesi ke depan. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Software Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.