PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) optimistis prospek industri infrastruktur digital nasional masih akan tumbuh kuat sepanjang 2026. Lonjakan trafik data, percepatan transformasi digital, hingga adopsi teknologi baru seperti Wi-Fi 7, 5G, cloud computing, dan kecerdasan artifisial (AI) dinilai menjadi pendorong utama ekspansi bisnis perseroan.

Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Muhammad Arif mengatakan, perseroan telah memanfaatkan tahun 2025 untuk memperkuat fondasi operasional dan tata kelola pasca penawaran umum perdana saham (IPO). Langkah tersebut menjadi modal penting bagi INET untuk mempercepat ekspansi bisnis secara lebih terukur pada tahun ini.

Untuk 2026, Arif mengatakan, fokus strategis INET adalah memperkuat konektivitas internasional melalui pengembangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jakarta–Batam–Singapura. Melalui anak usaha PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), perseroan bekerja sama dengan PT Jejaring Mitra Persada (JMP) untuk mengembangkan jalur kabel bawah laut tersebut.

Lewat perjanjian Indefeasible Right of Use (IRU), PFI memperoleh hak penggunaan infrastruktur kabel bawah laut Rising-8 pada segmen Tanjung Pinggir, Batam hingga Tanah Merah, Singapura.

Ekspansi tersebut memperkuat layanan unggulan INET, mulai dari IP Transit Internasional dan International Private Leased Circuit (IPLC) hingga layanan Exchange Content yang mendukung distribusi konten dengan latensi rendah dan kapasitas besar.

Di pasar domestik, INET juga agresif memperluas jaringan fixed broadband, khususnya di kota lapis kedua dan ketiga serta kawasan suburban yang masih minim layanan internet berkualitas.

BPF